top of page
Cari

Eco News Dwi-minggu: 28 Februari sampai 13 Maret 2022

To read this article in English, please click here!

 

Ada banyak hal yang terjadi pada alam di planet kita akhir-akhir ini. Dari perjanjian untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang melegakan hingga hujan badai yang parah di Pesisir Timur Australia, berikut rangkuman dari berbagai peristiwa yang berkaitan dengan lingkungan serta perubahan iklim yang terjadi dari tanggal 28 Februari hingga 13 Maret 2022.


Laporan IPCC Terbaru Menunjukkan Bahwa Perlu Adanya Tindakan Cepat

Berdasarkan laporan IPCC yang terbaru, 40% dari populasi dunia sangat rentan terhadap dampak dari parahnya perubahan iklim, dimana kelompok yang paling rentan adalah masyarakat miskin dan kurang beruntung. Dalam skenario emisi tinggi ini, diperkirakan terdapat 250.000 kematian yang disebabkan oleh perubahan iklim. Tiga miliar orang diperkirakan akan mengalami kelangkaan air yang disebabkan oleh naiknya suhu bumi sebanyak 2 derajat Celcius. Masalah ini tidak dapat semata-mata diselesaikan oleh teknologi, melainkan, dibutuhkan tindakan global sesegera mungkin, sebelum nantinya terlambat [1].


Source: giphy [6]


Majelis Lingkungan PBB Mengeluarkan Perjanjian Mengenai Sampah Plastik

Pada tanggal 2 Maret 2022, sebuah draf perjanjian untuk mengatasi permasalahan plastik dipublikasi berdasarkan majelis lingkungan PBB yang diadakan dari seminggu sebelumnya di Nairobi, Kenya. Hal tersebut disetujui oleh hampir 200 negara. Perjanjian tersebut akan mengikat secara hukum dan meliputi seluruh siklus dari plastik dari desain hingga pembuangan. Kesepakatan dari perjanjian tersebut dapat dibilang sebagai keputusan global mengenai lingkungan yang paling signifikan setelah Kesepakatan Paris, dan juga menandakan bagaimana planet kita menang terhadap plastik sekali pakai [2].


Source: giphy [7]


Pedoman Mengenai Regulasi Iklan Dikeluarkan Oleh ASA.

Advertising Standards Authority (ASA) atau Otoritas Standar Periklanan berencana untuk mengeluarkan sebuah pedoman yang akan memastikan perusahaan untuk tidak menyesatkan konsumernya mengenai dampak produk mereka terhadap lingkungan di dalam iklan mereka. Hal ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kesadaran publik mengenai greenwashing, yang ditunjukkan dengan 50 komplain dari seluruh dunia yang sekarang masih menunggu keputusan pengadilan atau badan standar periklanan. Penyelidikan juga dilakukan kepada perusahaan-perusahaan di area prioritas: penerbangan, energi, limbah, serta makanan hewani, untuk meninjau netralitas karbon mereka [3].


Source: giphy [8]


Hutan Amazon Berada di Dekat Titik Kritisnya

Gambar yang diambil satelit di dekade akhir ini menunjukkan bahwa 75% dari hutan Amazon telah kehilangan ketahanannya, yang berarti bahwa akan susah bagi hutan ini untuk memulihkan dirinya sendiri apabila terdapat kerusakan. Kurangnya ketahanan ini menunjukkan bahwa hutan hujan ini akan segera mencapai titik kritisnya, dimana mati pucuk yang tiba-tiba dan tak dapat dikembalikan lagi akan sangat mungkin untuk terjadi. Hal ini akan berujung pada berubahnya setengah dari hutan Amazon menjadi sabana, dimana hal tersebut akan menjadi suatu malapetaka bagi planet kita, secara hutan Amazon merupakan salah satu penyerap karbon yang paling penting di Bumi ini [4].


Hutan Amazon terus mendekati titik kritisnya


Source: Phys.org [9]


Hujan Badai Lebat Menerjang Pesisir Timur Australia

Serangkaian hujan badai telah menenggelamkan pesisir timur dari Australia. Badai tersebut sangat parah hingga mendapat julukan sebagai “bom hujan”, dimana kurang lebih terdapat 22 korban jiwa dan puluhan ribu orang dievakuasi. Karena faktor alami serta pemanasan global yang disebabkan oleh manusia, Australia merupakan contoh tempat yang mengalami iklim ekstrim yang saling berlawanan, yaitu cuaca panas yang parah dan hujan badai yang lebat. Ditambah lagi dengan adanya kondisi La Nina di daerah pasifik, banjir bandang terus berlangsung dimana akan memakan waktu yang cukup lama untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak atau hancur. Dalam dekade yang akan datang, kejadian-kejadian serupa mungkin akan menjadi lebih sering dan berdampak lebih besar [5].


Badai lebat telah menenggelamkan pesisir timur dari Australia


Source: CNN [10]


Jadi, itulah beberapa dari eco-news yang terjadi di dunia dalam dua minggu terakhir ini. Kita semua berharap agar kedepannya kabar-kabar baik lebih sering bermunculan, dan kabar-kabar buruk akan semakin berkurang. Bagaimanapun juga, kami akan berusaha untuk membuat anda tetap terhubung dengan keadaan lingkungan kita, oleh karena itu, nantikan terus eco-news yang akan datang!


 
 



Sumber:


Foto:






0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page